Lhoksukon – Data terkini dari Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT), dari 315 jumlah total pengungsi Rohingya sejak dipindahkan ke lokasi pengungsian Intergrated Community Shalter (ICS) di Desa Blang Adoe Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara, saat ini hanya tersisa sebanyak 120 pengungsi. Pasalnya, kebanyakan dari mereka memilih untuk melarikan diri. 

“Pengungsi Rohingya melarikan diri dengan berbagai alasan. Kalau yang lajang mencari pekerjaan dan ada juga yang mencari keluarganya di Malaysia, karena tujuan mereka dulu adalah Malaysia,” kata pertugas ACT Rauzi Haristia kepada RRI di lokasi pengungsian, Kamis 17 Desember 2015.

Rauzi menambahkan, sebenarnya bukan sebuah permasalahan bila mereka melarikan diri dari lokasi pengungsian, karena mereka bukan tahanan. Namun yang dikhawatirkan pihaknya adalah bila mereka mendatangi tempat-tempat yang salah.

“Kita takutkan, khususnya yang perempuan terjerumus ke tempat-tempat prostitusi. Ini pun sudah ada yang lari, kemudian kembali lagi ke sini karena ditipu,” tandasnya.

Untuk mencegah bertambahnya pengungsi Rohingya yang melarikan diri, pihaknya sedang melakukan pemberdayaan terhadap mereka dan juga melibatkan masyarakat di sekitar lokasi pengungsian, anatara lain penanaman tumbuhan palawija atau program penggemukan sapi.

Dengan dimikian, sambung Rauzi, pengungsi Rohingya diharapkan tidak lagi merasa berada di tahap darurat, seperti saat pertama tiba di Aceh pada Mei 2015 lalu, atau tertekan untuk melarikan diri dari lokasi pengungsian.

Mukhlis Azmi / RRI.co.id

Advertisements