Ingat Aceh, ingat warung kopi (Warkop). Begitulah lazimnya yang terlintas di pikiran masyarakat dikarenakan saking banyaknya Warkop di Aceh. Dibarengi dengan cita rasa khas kopi Tanah Rencong tersebut.

Seiring perkembangan zaman, Warkop di Aceh juga kian berkembang khususnya di kawasan perkotaan. Sementara untuk menarik minat pengunjung, berbagai atmosfer pun dihadirkan, baik di segi tampilan eksterior maupun interiornya yang mengesankan.

Nah, di Ibukota Aceh Utara persisnya di kawasan Jl Medan – Banda Aceh Lhoksukon, D’star Coffee belum lama ini hadir di antara sekian banyak Warkop yang menawarkan racikan kopi khas Aceh, seperti Kopi Ulee Kareng dan Sanger yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Aceh.

184142
Riki Murtala

Namun tak hanya itu, Owner D’star Coffee Lhoksukon Riki Murtala mengatakan, antusiasme masyarakat tak hanya sekedar menikmati kopi di Warkop, tapi juga sebagai tempat membahas bisnis yang sudah menjadi budaya.

Karenanya, pria berusia 27 tahun itu memanfaatkan peluang bisnis dengan menawarkan nuansa klasik di dalam D’star Coffee, di mana desain interiornya terdapat furniture seperti meja dan kursi kayu yang tampak mengkilap, sehingga membawa kesan klasik tapi mewah.

Tak cukup sampai di situ, desain dinding dan langit D’Star Coffee diiringi dengan lampu hias yang tampak sedikit remang-remang, sementara langitnya dihiasi dengan lukisan abstrak dengan background berwarna gelap.

“Untuk kopi modern, kita tau saat ini di Aceh Utara sendiri masih tidak biasa. Untuk itu D’Star Coffee menawarkan kopi racikan, antara lain kopi Espresso, Latte dan Capucino Italia,“ ujar Riki Murtala.

Pastinya kehadiran D’Star Coffee akan menambah daftar Warkop modern di Aceh, sekaligus memberikan warna baru bagi para pecinta kopi khususnya di Aceh Utara, yakni pengunjung dapat menikmati kopi modern di tengah nuansa klasik D’Star Cafe Lhoksukon.

Mukhlis Azmi / RRI

Advertisements